Telahmenceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dari Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan dari Husain Al Mu'alim berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri". iEaoZH. Kamis, 8 Juli 2021 091447 Rasulullah Sangat Rindu Terhadap Umat Akhir Zaman Suatu ketika berkumpullah Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama sahabat-sahabatnya yang mulia. Di sana hadir pula sahabat paling setia, Abu Bakar ash-Shiddiq. “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku saudara-saudaraku.” Kemudian terucap dari mulut baginda yang sangat mulia Suasana di majelis itu hening sejenak. Semua yang hadir diam seolah sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi sayidina Abu Bakar, itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihinya melontarkan pengakuan demikian. “Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mulai memenuhi pikiran. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Baginda bersabda,“ “Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.” Suara Rasulullah bernada rendah. “Kami juga saudaramu, wahai Rasulullah,” kata seorang sahabat yang lain pula. “Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” Ibn Asakir 30/137, dan dalam Kanzul Ummal, 14/48. Dari Abu Hurairah, bahwa Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam pernah mendatangi pekuburan lalu bersabda "Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian, " sungguh aku sangat gembira seandainya kita dapat melihat saudara-saudara kita." Para Sahabat bertanya, 'Tidakkah kami semua saudara-saudaramu wahai Rasulullah? Beliau menjawab dengan bersabda "Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan Beliau bersabda lagi ''Maka mereka datang dalam keadaan muka dan kaki mereka putih bercahaya karena bekas wudlu. saudara-saudara kita ialah mereka yang belum berwujud." Sahabat bertanya lagi, ''Bagaimana engkau dapat mengenali mereka yang belum berwujud dari kalangan umatmu wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab dengan bersabda "Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih didahi serta di kakinya, dan kuda itu berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam. Apakah dia akan mengenali kudanya itu? '' Para Sahabat menjawab, ''Sudah tentu wahai Rasulullah.'' Aku mendahului mereka ke telaga. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi Dari Ibnu Abbas Radhiallahu anhu, diriwayatkan suatu ketika selepas shalat shubuh, seperti biasa Rosulullah Shollallahu 'alaihi wasallam duduk menghadap para sahabat. Kemudian beliau bertanya, dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat'. Aku memanggil mereka, 'Kemarilah kamu semua'. Maka dikatakan, 'Sesungguhnya mereka telah menukar ajaranmu selepas kamu wafat'. Maka aku bersabda "Pergilah jauh-jauh dari sini." HR. Muslim No. 367. Siapa Manusia Yang Paling Menakjubkan Imannya Menurut Rosulullah Saw? Sahabatku, Berbahagialan kita ummat Nabi Muhammad karena kita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah orang yang paling menakjubkan imannya menurut Rasulullah Saw. “Wahai manusia siapakah makhluk Tuhan yang imannya paling menakjubkan?”. “Malikat, ya Rasul,” jawab sahabat. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam terdiam sejenak, kemudian dengan lembut beliau bersabda, “Bagaimana malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Tuhan?”Tukas Rasulullah. “Kalau begitu, para Nabi ya Rasulullah” para sahabat kembali menjawab “Bagaimana nabi tidak beriman, sedangkan wahyu dari langit turun kepada mereka?” kembali ujar Rasul. “Kalau begitu para sahabat-sahabatmu, ya Rosul”. “Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan. Mereka bertemu langsung denganku, melihatku, mendengar kata-kataku, dan juga menyaksikan dengan mata kepala sendiri tanda-tanda kerosulanku.” Ujar Rasulullah. “Yang paling menakjubkan imannya,” ujar Rasul “Berbahagialah orang yang pernah melihatku dan beriman kepadaku” Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengucapkan itu satu kali. “adalah kaum yang datang sesudah kalian semua. Mereka beriman kepadaku, tanpa pernah melihatku. Mereka membenarkanku tanpa pernah menyaksikanku. Mereka menemukan tulisan dan beriman kepadaku. Mereka mengamalkan apa-apa yang ada dalam tulisan itu. Mereka membela aku seperti kalian membelaku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku itu.” Kemudian, Nabi Shallallahu alaihi wasallam meneruskan dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 3, “Mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan menginfakan sebagian dari apa yang Kami berikan kepada mereka.” Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihatku.” Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam mengucapkan kalimat kedua itu hingga 7 kali. HR. Musnad Ahmad juz 4 hal 106 hadis no 17017. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam Sunan Ad Darimi juz 2 hal 398 hadis no 2744 Semoga kita semua, orangtua kita dan anak-anak keturunan kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang sholeh, orang-orang yang menakjubkan imannya menurut Rosulullah saw dan kelak bisa mendapatkan syafaatnya serta berkumpul dengan Rosulullah Saw di Surga. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. Wallahu a'lam Menjadi umat yang hidup jauh dari masa Nabi bukan alasan untuk kita berkecil hati. Apabila generasi pendamping Rasulullah SAW merupakan sahabat beliau, maka umatnya yang hadir jauh belakangan beliau sebut sebagai saudaranya. Dan beliau mengaku rindu pada umat yang akan datang kemudian ini. Kemampuan kita meyakini dan mencintai Rasulullah—selaku Nabi yang hidup jauh sebelum kita—sangat beliau hargai. Di sisi lain, kerinduan Rasulullah pada umatnya yang bahkan belum pernah dijumpai, menunjukkan keluasan hati Nabi dalam menampung energi cinta. Kerinduan Nabi pada saudaranya ini terekam melalui riwayat Imam Muslim, Imam Malik, juga Imam an-Nasa’i yang diceritakan oleh Abu Hurairah. “Suatu hari Rasulullah SAW pergi ke pemakaman. Kemudian beliau berkata, ‘Salam atas kalian wahai penghuni kuburan tempat orang-orang beriman. Aku insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin sekali berjumpa dengan Kemudian para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, bukankah kami saudaramu?’ Beliau pun bersabda, ‘Kalian adalah para sahabatku. Adapun saudara-saudaraku adalah mereka orang-orang beriman yang belum ada sekarang ini dan aku akan mendahului mereka di Mereka para sahabat kembali bertanya, ‘Wahai Nabi, bagaimana engkau mengenali orang-orang beriman yang datang setelah engkau dari kalangan umatmu?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Bukankah jika seseorang memiliki kuda yang terdapat bulu putihnya ia akan mengenalinya di tengah-tengah kuda-kuda lain yang berwarna hitam legam?’ Mereka menjawab, ‘Ya, wahai Rasul’. Beliau berkata, ‘Sesungguhnya mereka akan datang pada hari kiamat dengan cahaya putih karena wudhu. Dan aku akan menunggu mereka di Cinta Nabi Muhammad tak memandang generasi. Tak terbatas pada mereka yang langsung bersinggungan dengan beliau atau mereka yang menyambut seruan beliau saja. Ibarat kata, kita sebagai generasi ‘penikmat’, tak turut berjuang membantu dakwah Nabi, namun tetap mendapat limpahan kasih Rasulullah SAW. Penjelasan lebih lanjut mengenai siapa yang Nabi sebut sebagai saudara, bisa kita cermati dari potongan hadis yang diceritakan oleh Imam Ahmad, bahwa “Saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi beriman Sabda tersebut menunjukkan keutamaan orang yang mengimani Nabi sekalipun belum pernah bersua dengannya. Sekaligus berita gembira bagi seluruh umat Nabi Muhammad SAW, baik yang sezaman dengan beliau maupun tidak. Mereka semua yang mengimani, meneladani, dan berpegang pada petunjuk Nabi adalah orang-orang yang beruntung. Meyakini dan meneladani Nabi adalah syarat untuk menjadi saudara yang benar-benar beliau rindukan. Bagaimana orang bisa percaya dan cinta pada seseorang yang belum pernah dilihatnya dan hanya mereka ketahui melalui penuturan guru serta lembaran teks-teks agama. Apalagi antara kita dan Nabi terpisah oleh masa yang lama. Ini adalah satu hal yang luar biasa. Keyakinan tanpa pernah melihat adalah cinta agung yang mendekatkan kita dengan Nabi. Sebab itu, masuk akal jika hadis tadi memerlihatkan betapa Rasulullah SAW begitu menghargai keyakinan dan perasaan cinta pada beliau dari umatnya yang hidup belakangan. Hingga Nabi pun menyematkan gelar “saudara” sebagaimana dalam hadis tadi. Para pengikut setia Nabi ini akan dikenal melalui tanda putih dalam dirinya yang merupakan bekas dari wudhu. Ini merupakan keutamaan wudhu, di mana Allah mengkhususkan umat Nabi Muhammad dengan atsar wudhu. Di akhirat kelak, orang-orang beriman akan teridentifikasi melalui wajahnya yang putih berseri dan nampak bersinar karena rasa bahagia. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran 106, Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Tidak hanya sampai situ, Rasulullah SAW juga kelak menanti umatnya yang mengimani beliau di tepi telaga surga. Kerinduan yang jauh-jauh hari dinyatakan Nabi harus kita balas dengan cinta tulus dan sungguh-sungguh, dibuktikan tak hanya melalui lisan tapi juga tindakan. Hingga pantas kita untuk disebut sebagai saudara Nabi. Di samping itu, kita mesti senantiasa waspada agar tidak melanggar tuntunan beliau, karena itu bisa menjadi penghalang pertemuan agung dengan Rasulullah SAW kelak. Sabda ini adalah motivasi bagi kita untuk meneguhkan keimanan dan keteladanan pada Nabi. Demikian langkah untuk memantaskan diri menjadi saudara Nabi. Tak perlu berkecil hati sebab tak semasa hidup dengan Rasulullah. Karena beliau sangat mengapresiasi umatnya yang mendedikasikan cinta untuk Nabi meskipun belum pernah bersua. Kita mesti memperbanyak shalawat dan mempraktikan ajaran Rasulullah agar tetap terkoneksi dengan beliau. Sampai kelak bisa bertemu, melepas rindu, memeluk, dan memandang wajah Nabi Muhammad SAW di tepi telaga surga. Wallahu a’lam. [] Khalilatul AzizahRedaktur Middle East Issues Enthusiast dengan latar belakang pendidikan di bidang Islamic Studies dan Hadis. Senang berliterasi, membahas persoalan sosial keagamaan, politisasi agama, moderasi, khazanah kenabian, juga pemikiran Islam. [ Ustadz Adi Hidayat menyampaikan kabar gembira yang disampaikan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم. Ustadz Adi menyampaikan hadits Nabi Suatu ketika beliau duduk bersama para sahabat, beliau berkata "Saya sekarang sedang merindukan saudara-saudara saya." Para sahabat bertanya "Ya Rasulullah, bukankah kami saudara-saudaramu?" Kata Nabi "Kalian itu bukan saudara-saudaraku, kalian adalah sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku adalah mereka yang tidak pernah melihatku, tapi mereka beriman kepadaku." Merekalah yang dirindukan Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم. [Video] Begitu Cintanya Nabi Muhammad SAW terhadap Ummat Nya. ~Masih ada juga yg tidak mau merindukan Rasulullah? ~Masih ada juga yg berani membandingkan Rasulullah dgn Manusia biasa? Shollu Alan Nabi Muhammad.. Allahumma shalli Wasallim Wabarik alaih.. 😭 — 🇮🇩MT🔝🆔🇵🇸 MT_Reborn November 18, 2019 Jakarta, NU OnlinePengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim menegaskan bahwa kerinduan Rasulullah SAW melebihi rindu setiap umatnya. Sebab itu ia menegaskan, setiap umat Islam dianjurkan memperbanyak baca shalawat kepada rindu Nabi Muhammad tersebut, Kiai Luqman mengisahkan sebuah cerita seperti dikutip NU Online, Jumat 15/2 lewat Twitter-nya, sebagai berikut“Saya sangat kangen Kanjeng Nabi, Kiai," kata santri."Lah Nabi lebih kangen kamu daripada kangenmu.""Duhhh saya nggak pernah membalas cintanya, Kiai.""Kangenmu itu sudah merupakan balasan cintamu. Karena kamu tak akan pernah bisa balas cintanya. Maka shalawatlah yang banyak."Direktur Sufi Center itu menegaskan bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.“Shalawat, shalawat, shalawat, di Majelisnya Allah dan para Malaikat. Jika Anda mengaku orang beriman, bergabunglah dalam lantunan shalawat kepada Kekasih-Nya,” tandas Kiai Luqman. Fathoni بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Kita tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga tidak pernah berjumpa dengan kita, sebagai orang yang beriman kepada Rasulullah kita sangat rindu untuk berjumpa dengan beliau dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga rindu berjumpa dengan ummatnya yang datang belakangan. Sebagaimana kedatangan Dr. Zakir Naik ke Makassar membuat kita rindu untuk berjumpa bertemu langsung dengannya, lalu bagaimanakah kerinduan kita untuk berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Salah seorang salaf pernah ditanya”Coba sebutkan kepadaku kenikmatan surga yang paling tinggi“, beliau kemudian menyebutkan”Didalam surga ada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam”. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pernah menyatakan rindunya untuk berjumpa dengan ummatnya, beliau menyatakan tersebut didepan sahabatnya, pernah suatu ketika beliau mengantar salah satu jenassah sahabat, setelah di kubur beliau mengatakan mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur, mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur, mintalah prtolongan kepada Allah dari azab kubur. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam kemudian mengatakan“Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan ikhwanku saudara-saudaraku. Sahabat Abu Bakar Radhiyallahu anhu berkata“Apakah maksudmu berkata demikian, wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?” Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkata“Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku, Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.” HR. Muslim Dan bahkan orang yang datang belakangan yang tidak berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mendapatkan pahala yang berlipat ganda disisi Allah Subhanahu wata’ala sebanyak 50 kali lipat karena mereka beriman kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam padahal mereka belum pernah berjumpa dengan beliau, adapun para sahabat keutuamaannya merupakan pilihan Allah Subhanahu wata’ala. Sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu”Barangsiapa yang ingin mengambil contoh dan teladan dalam hidupnya hendaknya ia menjadikan orang yang meninggal dari kalangan orang – orang sholeh sebagai contoh baginya, karena orang yang masih hidup tidak aman baginya dari fitnah, mereka adalah sahabat – sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang paling dalam ilmunya, yang paling suci hatinya, yang paling sedikit takallufnya memberat –beratkan diri serta membuat – buat perkara yang baru dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah, mereka dipilih oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk menemani Nabinya maka ketahuilah keutamaan mereka”. Akan tetapi ummatnya yang datang belakangan pun mendapatkan keutamaan khusus, para sahabat melihat bagaimana Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam kemudian melihat mujizatnya Nabi Shallallahu alaihi wasallam adapun kita sebagai ummatnya yang datang belakangan membenarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam yaitu Al-Qur’an yang merupakan mujizat yang kekal yang dijaga oleh Allah Subhanahu wata’ala sampai hari kiamat. Para sahabat Rasulullah kemudian berfikir jika Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ingin berjumpa dengan ummatnya bagaimana ia mengenalinya, akhirnya sahabat bertanya”Bagaimana anda mengenali mereka nanti dihari kiamat ya Rasulullah.?”, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ “Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?” Para sahabat menjawab “Tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ “Sejatinya ummatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“. Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya kepada mereka dikatakan “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”. QS. Ali Imran 106. Siapakah yang diputihkan wajahnya oleh Allah Subhanahu wata’ala mereka itulah para pengikut Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang setia. Ini merupakan kabar gembira bagi yang menjaga sholatnya dengan baik, yang menjaga thaharahnya dmana kunci sholat itu adalah bersuci begitupun dengn bekas sujud dalam sholat, kelak akan bercahaya sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengenali ummatnya pada hari kiamat dimana seluruh manusia dikumpulkan. Wallahu A’lam Bish Showaab Oleh Ustadz Harman Tajang, Lc., Hafidzahullahu Ta’ala Direktur Markaz Imam Malik Sabtu, 11 Rajab 1438 H Fanspage Harman Tajang Kunjungi Media MIM Fans page Website Youtube Telegram Instagram ID LINE

hadits rasulullah merindukan saudaranya