Dimanauntuk sebagian besar sumber minyak bumi terdapat dibawah laut sehingga kebanyakan pertambangan minyak bumi berpusat di tengah lautan. Minyak bumi adalah bahan bakar fosi seperti halnya batu bara dan gas alam, minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa organisme laut purba, seperti tanaman, ganggang, dan bakteri. Selama jutaan tahun dalam TeoriPembentukan Minyak Bumi. 1. Teori Biogenetik (Organik) Teori ini menyebutkan bahwa Minyak Bumi dan Gas Alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur. Kemudian endapan lumpur ini menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap AsalUsul Minyak Bumi. Ada tiga macam teori yang menjelaskan proses terbentuknya minyak dan gas bumi, yaitu: 1. Teori Biogenetik (Teori Organik) Menurut Teori Biogenitik (Organik), disebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari beraneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan tertimbun di bawah endapan Lumpur. Lamakelamaan, tumpukan ini (yang merupakan cikal bakal minyak bumi) mengendap pada kedalaman yang cukup dalam. Bayangkan, cikal bakal minyak bumi ini bisa loh terendapkan pada kedalaman belasan atau puluhan kilometer di bawah permukaan Bumi. Nah, setelah tumpukan makhluk hidup ini terendapkan di bawah permukaan Bumi, cikal bakal terbentuknya Batubaradan minyak dikenal sebagai bahan bakar fosil dan juga tidak terbarukan. Logam bukanlah sumber daya terbarukan. Mereka ditemukan di batu, yang disebut bijih, yang merupakan bagian dari kerak bumi. Ada jumlah terbatas logam di bumi, dan ada biaya keuangan dan lingkungan untuk menambang dan memurnikannya menjadi produk yang dapat skIQS6m. Secara geografis Indonesia berada di titik pertemuan antara Benua Australia, Samudera Pasifik dan lempek tektonik Asia Tengara. Letak geografis tersebut menyebabkan hampir seluruh penemuan minyak bumi di Indonesia terjadi berkat endapan tersier lapisan ketiga atau pada dasar satuan batuan maupun lahar gunung berapi tersier. Mengutip Indonesian Petroleum Association, negara dengan 34 provinsi ini mempunyai sekitar 60 cekungan endapan dimana ke-36 cekungan di wilayah bagian barat, 14 di antaranya penghasil minyak bumi sekaligus gas alam. Ladang-ladang minyak dan gas di wilayah ini telah "tua renta" mature field, karena telah dieksploitasi sejak lama. Sementara di wilayah timur, terdapat 39 cekungan kaya hidrokarbon yang potensial untuk dieksplorasi melalui produksi tahap kedua pre-tertiary dan tahap lanjut tertiary. Apabila dirunut, sekitar 75% dari eksplorasi dan produksi migas dilakukan di bagian barat wilayah Indonesia. Adapun keempat wilayah penghasil minyak bumi itu adalah Sumatera, Laut Jawa, Kalimantan Timur dan Kepulauan Natuna. Di sisi lain keempat wilayah utama penghasil gas alam terdiri atas Kalimantan Timur, Arun di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Kepulauan Natuna. Dikutip Encyclopedia Britannica, minyak bumi bukanlah olahan baru dalam dunia pertambangan. Namun sudah ditemukan pertama kali sekitar tahun sebelum masehi oleh bangsa Asyiria, Babilonia Kuno, dan Sumeria. Di zaman itu, minyak bumi merembes ke daratan sehingga masyarakat pun berbondong-bondong mengambilnya. Seiring zaman, bangsa Arab dan Persia berhasil menemukan teknik distilasi minyak bumi untuk memisahkan sumber daya alam SDA tersebut sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Beberapa abad kemudian dilakuakan sebuah ekspedisi pencarian sumber minyak bumi di beberapa daerah, seperti Meksiko, Bolivia, Peru, dan Kuba. Bila meneliti jejak pertambangan migas di Indonesia, masyarakat Sumatera sudah memanfaatkan minyak bumi sebagai bahan bakar dalam pertempuran laut pada abad ke-8. Pemanfaatan minyak bumi juga digunakan oleh armada laut Aceh dalam pertempuran melawan bangsa Portugis pada abad ke-16. Potensi migas di Indonesia bisa digolongkan dalam beberapa bagian besar. Mengutip buku Pasti Bisa Geografi untuk SMA/MA Kelas XI yang diterbitkan oleh Ganesha Operation, ada sejumlah potensi alam di Indonesia seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam yang terbagi di sejumlah wilayah provinsi. Berikut pembagiannya 1. Minyak Bumi Berikut daerah-daerah di Indonesia yang menjadi penghasil minyak bumi a. Pulau Sumatera yakni di Lhokseumawe dan Peureulak Aceh, Tanjung Pura Sumatera Utara, Sungai Pakning dan Dumai Riau, serta Plaju, Sungai Gerong, dan Muara Enim Sumatera Selatan. b. Pulau Jawa yakni di Wonokromo, delta Sungai Brantas Jawa Timur, serta Majalengka dan Jatibarang Jawa Barat. c. Pulau Kalimantan dapat ditemukan di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu Kalimantan Timur serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau Kalimantan Selatan. d. Maluku dapat ditemukan di Pulau Seram. e. Papua, dapat ditemukan di Klamono, Sorong, dan Babo. 2. Batu Bara Daerah penghasil batu bara di Indonesia di antaranya Bukit Asam yang berpusat di Tanjung Enim di Sumatera Selatan, Kota Baru yang berpusat di Pulau Laut Kalimantan Selatan. Dalam keseharian batu bara kerap digunakan sebagai sumber keperluan indsutri seperti pembangkit listrik tenaga uap, pembakaran semen, batu gamping, dan genting. 3. Gas Alam Setelah minyak bumi dan batu bara ada juga gas alam yang energinya tidak bisa diperbaharui. Adapun di Indonesia lokasinya tersebar di di Arun Aceh, Bontang Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan Merunut pada persebaran materi migas di Indonesia ada sejumlah penyebab mengapa wilayah itu memiliki potensi gas yang luar biasa. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM memberikan catatan mengenai teori-teori yang menyebabkan energi tak terbarui itu bisa muncul dan akhirnya dapat digunakan. 1. Teori Biogenetik atau Organik Teori ini menjelaskan bahwa minyak bumi dan gas alam terbentuk dari beraneka jasad organik seperti hewan dan tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan pasir dan lumpur. Lalu endapan tersebut menghanyutkan senyawa pembentuk minyak bumi ini dari sungai menuju ke laut dan mengendap di dasar lautan selama jutaan tahun. Kemudian, akibat pengaruh waktu, temperatur dan tekanan lapisan batuan di atasnya menyebabkan organisme itu menjadi bintik-bintik minyak atau pun gas. 2. Teori Anorganik Tak serupa dengan teori pertama, teori ini menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk karena aktvitas bakteri. Sejumlah unsur seperti oksigen, belerang, dan nitrogen yang berasal dari zat terkubur akibat aktivitas bakteri berubah menjadi minyak yang berisi hidrokarbon. 3. Teori Duplex Teori ini merupakan lazim digunakan karena berisi gabungan sejumlah teori seperti Biogenetik dengan Anorganik. Migas terbentuk dari berbagai jenis organisme laut baik hewan maupun tumbuhan. Akibat pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan, maka endapan lumpur berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk Source Rock.

minyak bumi dan batu bara yang terdapat di perut bumi