Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Wajib setiap orang untuk mendengar dan taat, baik terhadap sesuatu yang dia suka atau benci, kecuali jika dia diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban baginya untuk mendengar patuh dan taat. Oleh sebab itu orang yang berserah diri, patuh dan taat disebut sebagai orang Muslim.Orang yang demikian berarti telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri dan patuh kepada Allah SWT. Orang tersebut selanjutnya akan dijamin keselamatannya di dunia dan akhirat.2 Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kata Adapun hak kita yang tidak ditunaikan oleh penguasa dzalim tersebut, kita minta hak tersebut kepada Allah Ta’ala. Inilah petunjuk dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, yaitu manusia mulia yang tidak berbicara dengan hawa nafsunya. Hadits di atas menunjukkan bahwa hubungan antara pemerintah dan rakyat menurut petunjuk Nabi Selalu Taat Kepada Allah SWT Penjelasan tersebut tercatat dalam Al-quran surat At-Tahrim ayat 6 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) Sebagian istri saat ini melupakan keutamaan taat pada suami. Sampai-sampai menganggap ia harus lebih daripada suami sehingga dialah yang mesti ditaati karena karirnya lebih tinggi dan titelnya lebih mentereng. Wallahul musta’an. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Baca Juga: itm1.

hadits taat kepada allah